Lantang Bersuara Kebenaran & Fakta

Longsor Maut Sibolangit: 5 Warga Meninggal Dunia dan 7 Rumah Rusak Berat

ANAKMEDANBUNG.com, DELI SERDANG – Bencana tanah longsor menerjang Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Selasa (7/4/2026) malam, yang mengakibatkan lima orang warga meninggal dunia. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis (9/4/2026) pukul 07.00 WIB, para korban ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor yang menghantam permukiman.



“Material longsor menimpa tujuh unit rumah hingga mengalami kerusakan berat di Sibolangit. Lokasi terdampak meliputi Desa Sembahe, Bingkawan, Sibolangit, Batu Mbelin, dan Tambun,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).

Saat ini, BPBD Kabupaten Deli Serdang bersama tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor. Fokus utama petugas adalah memastikan akses wilayah kembali pulih setelah pemukiman warga luluh lantak akibat pergeseran tanah tersebut.

“BPBD Kabupaten Deli Serdang bersama tim gabungan terus melakukan pembersihan material longsor di titik-titik terdampak guna mempercepat pemulihan kondisi di lapangan,” lanjut Abdul Muhari.

Selain di Sumatera Utara, BNPB juga melaporkan kejadian banjir di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Di Manokwari, 30 unit rumah terendam, sementara di Lombok Tengah tercatat 136 warga terdampak luapan air akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (7/4/2026).

“Banjir di Manokwari dan Lombok Tengah dilaporkan sudah surut. BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan logistik dan warga yang sempat mengungsi kini sudah kembali ke rumah masing-masing,” tambahnya.

Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam wilayah Sumatera Selatan. Lahan seluas 10 hektar di Desa Palemraya, Ogan Ilir, hangus terbakar pada Selasa siang sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan pada Rabu (8/4/2026).

“Tim gabungan telah berhasil memadamkan api yang membakar 10 hektar lahan di Ogan Ilir. Hal ini menjadi peringatan karena sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki transisi musim kemarau,” jelasnya.

Menanggapi rentetan bencana ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi ganda. Warga diminta waspada terhadap potensi hujan intensitas tinggi yang memicu longsor dan banjir, namun di saat bersamaan bersiap menghadapi kekeringan yang memicu karhutla.

“Kami meminta warga melakukan pengecekan tanggul dan saluran air secara rutin, serta sangat melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar di tengah kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau,” tutup Abdul Muhari. [cok]