Lantang Bersuara Kebenaran & Fakta

Simalungun ‘Membara’! Cuaca Panas Ekstrem Picu Karhutla di Gunung Maligas, 4 Hektare Lahan Gosong

ANAKMEDANBUNG.com, SIMALUNGUN – Cuaca panas ekstrem yang melanda Sumatera Utara kembali memicu bencana. Kali ini, si jago merah mengamuk dan menghanguskan sekitar empat hektare lahan di Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Kamis (26/3) siang sekitar pukul 12.30 WIB.



“Peristiwa ini dipicu oleh cuaca yang sangat panas dan angin kencang di wilayah Kelurahan Karang Sari. Kobaran api menjalar ke beberapa titik lahan lainnya dengan cakupan luas mencapai empat hektare,” lapor Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Kombinasi antara terik matahari yang menyengat dan hembusan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke semak belukar yang kering. Asap tebal sempat membubung tinggi, memicu kekhawatiran warga sekitar akan potensi api merembet ke area permukiman.

“BPBD Kabupaten Simalungun, Pemadam Kebakaran Pos Siantar, dan Polri langsung bahu-membahu memadamkan api di lokasi kejadian guna memastikan titik api tidak meluas lebih jauh,” tambahnya.

Tim gabungan di lapangan harus berpacu dengan waktu dan arah angin yang tidak menentu. Selain melakukan pemadaman manual dan penyemprotan air, petugas juga berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan setempat untuk memantau sisa-sisa bara api yang berpotensi menyulut kebakaran susulan (pendinginan).

“Petugas juga melakukan koordinasi lanjutan dengan instansi lainnya guna mendukung upaya penanganan darurat di lokasi terdampak agar situasi benar-benar kondusif,” jelas Abdul Muhari dalam keterangannya.

Pihak BNPB pun mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh wilayah di Sumatera Utara untuk mendeteksi dini potensi karhutla. Patroli rutin di daerah rawan serta optimalisasi menara pengawas kini menjadi harga mati untuk mencegah kejadian serupa terulang, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif.

“Kami mendorong seluruh pihak melakukan deteksi dini, mulai dari patroli rutin di daerah rawan hingga memantau informasi cuaca secara berkala agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin sebelum api membesar,” pungkasnya. [don]