Cuaca Ekstrem Landa Sumatra Kebakaran Lahan di Padang Lawas Utara dan Angin Kencang di Aceh Utara
ANAKMEDANBING.com MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB memperbarui data penanganan bencana di wilayah Sumatra, di mana kebakaran hutan dan lahan serta angin kencang melanda Provinsi Sumatra Utara dan Aceh pada Rabu 8 Juli. Dua kejadian terpisah ini memicu respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD setempat bersama tim gabungan untuk memitigasi dampak di lapangan.
“Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan pemutakhiran data kejadian bencana dan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah pada periode Rabu hingga Kamis pukul 07.00 WIB,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya diterima redaksi, Jumat (10/7/2026).
Di Provinsi Sumatra Utara, kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melanda Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, pada Rabu 8 Juli pukul 13.30 WIB. Berdasarkan laporan di lapangan, peristiwa tersebut menghanguskan sekitar lima hektare lahan, namun beruntung tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan dari insiden ini.
“Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatra Utara, Rabu pukul 13.30 WIB,” ujar Abdul Muhari.
Upaya pemadaman segera dilakukan secara intensif oleh BPBD Kabupaten Padang Lawas Utara yang bergerak bersama tim gabungan serta dibantu warga setempat. Berkat kerja sama yang cepat di lokasi kejadian, kobaran api yang membakar lahan tersebut berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar lima hektare lahan tanpa menimbulkan korban jiwa,” tutur Abdul Muhari.
Sementara itu pada hari yang sama, bencana hidrometeorologi basah berupa angin kencang menerjang wilayah Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, sekitar pukul 18.00 WIB. Pusaran angin kencang ini berdampak langsung pada sedikitnya 11 kepala keluarga dan memicu kerusakan struktural pada pemukiman warga.
“Angin kencang menerjang Gampong Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Rabu pukul 18.00 WIB,” sebut Abdul Muhari.
Dampak kerusakan akibat angin kencang tersebut tergolong masif, di mana BPBD Kabupaten Aceh Utara mencatat ada tujuh unit rumah warga mengalami rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dan tiga unit rumah lainnya mengalami rusak ringan. Sebagai langkah penanganan darurat, Tim Reaksi Cepat atau TRC BPBD Aceh Utara langsung diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan puing-puing bangunan.
“Merespon kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Aceh Utara melakukan pembersihan puing-puing rumah yang mengalami kerusakan,” ungkap Abdul Muhari.
Hingga saat ini, warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat telah mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih aman, terutama ke rumah kerabat terdekat. Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Aceh dan Sumatra Utara masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan rendah pada dasarian I Juli 2026, sehingga potensi bencana hidrometeorologi kering seperti karhutla tetap harus diwaspadai ke depannya.
“Masyarakat agar menggunakan air secara bijak pada daerah yang mengalami kekeringan, menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan titik api,” pungkas Abdul Muhari. [don]