Lantang Bersuara Kebenaran & Fakta

Seorang Wartawan di Binjai Nyaris Dibunuh 4 Bedebah


ANAKMEDANBUNG.COM

Seorang wartawan salah satu media cetak nyaris menjadi korban pembunuhan yang dilakukan empat orang pria yang diduga orang suruhan bandit judi Kota Binjai.


Percobaan pembunuhan itu terjadi di depan restoran massa coffee jalan Sultan Hasanuddin Kelurahan Kartini Kecamatan Binjai Kota Provinsi Sumatera Utara, Jum’at (25/6/2021) sekira pukul 17.40 Wib.

Beruntung Syahraza Sopian (35) selamat dari peristiwa percobaan pembunuhan tersebut setelah polisi cepat datang dan mengamankan para pelaku dan membawanya ke Mapolres Binjai.

“Sopian di diserang orang tak dikenal (OTK) dengan menggunakan pisau dan batu. Keempat pelaku ditangkap dari lokasi terpisah. Dua orang diamankan di TKP dan dua lagi diamankan dari tempat lain,” kata Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutardjo kepada wartawan, pada Sabtu (26/6/2021).

Saat disinggung apakah ada kaitannya dengan kasus pembakaran rumah orang tua Sopian pada Minggu (13/6/2021) lalu, AKBP Romadhoni mengatakan, “Belum mengarah kesitu, penyidik masih melakukan penyelidikan secara mendalam apakah ada kaitannya atau tidak,” ungkapnya.

Dia juga meminta secara khusus rekan-rekan wartawan Kota Binjai agar bersabar dan menyerahkan proses kasus ini kepada pihak kepolisian.



Seperti diketahui sebelumnya, salah satu rumah wartawan M Sabarsyah (65) di Jalan Bantara Raya, Lingkungan XII, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai Sumatera Utara, diduga menjadi sasaran aksi teror oleh orang tidak dikenal (OTK), Minggu (13/6/2021) lalu.

Akibat kejadian itu, rumah korban diduga menjadi sasaran aksi pembakaran, yang menyebabkan sejumlah bagian rumah dan perabotan rumah tangga rusak.

M Sabarsyah yang juga orang tua Sopian, dirinya menduga, aksi teror tersebut erat kaitannya dengan pemberitaan mengenai maraknya praktek perjudian jenis toto gelap (togel) di Kota Binjai oleh kedua putranya yang berprofesi sebagai wartawan.

Menurutnya, peristiwa seperti itu bukanlah kejadian pertama yang dia alami. Sebab beberapa tahun lalu, aksi teror serupa sempat pula dialaminya saat masih aktif sebagai seorang wartawan pada salah satu media cetak ternama di Sumatera Utara.(surya)