Lantang Bersuara Kebenaran & Fakta

Hujan Deras Picu Banjir di Tapanuli Tengah dan Longsor Maut di Aceh Tengah

ANAKMEDANBUNG.com | TAPANULI TENGAH – Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Minggu (13/9/2026) sore. Sementara ,dampak longsor di Aceh Tengah tercatat cukup parah, menyasar tujuh kampung di empat kecamatan serta mengakibatkan kerusakan rumah dan korban jiwa akibat tertutupnya akses jalan oleh material longsor.



“Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sekitar pukul 15.43 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah dan menyebabkan tiga lokasi terdampak serta puluhan warga mengungsi,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Senin (14//9/2026).

Di Tapanuli Tengah, genangan air merendam wilayah Kelurahan Sipange di Kecamatan Tukka, Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri, hingga Kelurahan Sarudik di Kecamatan Sarudik sebelum akhirnya berangsur surut pada malam hari.

“Selain banjir di Tapanuli Tengah, hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatera bagian utara pada Minggu juga menyebabkan tanah longsor di beberapa ruas jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kabupaten di Kabupaten Aceh Tengah,” ungkapnya.

Longsor Maut Aceh

Dampak longsor di Aceh Tengah tercatat cukup parah, menyasar tujuh kampung di empat kecamatan serta mengakibatkan kerusakan rumah dan korban jiwa akibat tertutupnya akses jalan oleh material longsor.

“Tujuh kampung di empat kecamatan terdampak, yaitu Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, Celala, dan Silih Nara, di mana satu anak berusia sembilan tahun dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 13 orang lainnya mengalami luka-luka,” jelas Berton.

Upaya penanganan darurat langsung digerakkan di lokasi kejadian dengan mengerahkan alat berat guna membersihkan material longsor serta membuka kembali akses transportasi yang sempat lumpuh.

“BPBD Kabupaten Aceh Tengah mengerahkan dua unit alat berat, terdiri atas satu unit wheel loader dan satu unit excavator, untuk membersihkan material longsor yang menutup sejumlah ruas jalan,” terangnya.

Menyikapi dinamika cuaca ekstrem tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara tegas meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi lanjutan.

“BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana geologi serta senantiasa memantau pembaruan informasi dari sumber resmi dan terpercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” pungkas Berton. [via]