BNPB Pantau Penanganan Banjir Tapanuli Tengah dan Karhutla di Nagan Raya
BPBD di masing-masing wilayah terus melakukan langkah penanganan darurat. Di Nagan Raya, tim gabungan berupaya memadamkan api dengan mengerahkan pompa air, sementara pemerintah daerah di Tapanuli Tengah berfokus pada pendataan warga terdampak.
ANAKMEDANBUNG.com, MEDAN – Bencana alam kembali melanda wilayah Sumatera dan Aceh dalam rentang waktu 17 hingga 18 Juli 2026. Di Provinsi Aceh, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Nagan Raya, sementara di Sumatera Utara, banjir dilaporkan merendam ratusan rumah di Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan situasi terkini pasca terjadinya bencana di wilayah Sumatera Utara dan Aceh untuk memastikan penanganan darurat berjalan maksimal,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, diterima redaksi, Ahad (19/7/2026).
Di Nagan Raya, Aceh, api telah melahap sekitar 40 hektare lahan sejak Jumat (10/7) dan dilaporkan kembali berkobar pada Kamis (16/7). Lahan yang terbakar diketahui berstatus hak guna usaha milik perusahaan swasta yang berlokasi di Gampong Alue Kuyun, Kecamatan Darul Makmur.
“Hingga saat ini api masih belum berhasil dipadamkan sehingga berpotensi meluas apabila kondisi cuaca tetap kering dan berangin,” tambah Abdul Muhari terkait upaya pemadaman yang masih terkendala kondisi lapangan.
Sementara itu di Sumatera Utara, banjir melanda Desa Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah pada Jumat (17/7). Bencana hidrometeorologi ini dilaporkan berdampak pada sekitar 200 kepala keluarga dengan jumlah rumah terdampak mencapai 200 unit.
“Saat ini banjir dilaporkan berangsur surut, sementara pendataan dampak masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah,” jelas Abdul Muhari mengenai kondisi terkini di wilayah Tapanuli Tengah.
Saat ini, BPBD di masing-masing wilayah terus melakukan langkah penanganan darurat. Di Nagan Raya, tim gabungan berupaya memadamkan api dengan mengerahkan pompa air, sementara pemerintah daerah di Tapanuli Tengah berfokus pada pendataan warga terdampak.
“BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap penanganan bencana guna memastikan keselamatan masyarakat serta percepatan penanganan di wilayah terdampak,” tutup Abdul Muhari. [via]