Cuaca Ekstrem Terjang Sumut, Belasan Rumah di Medan dan Sergai Rusak
ANAKMEDANBUNG.com, MEDAN – Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan puting beliung menerjang dua wilayah di Provinsi Sumatra Utara (Sumut), yakni Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Kota Medan pada 27–28 Mei 2026. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada belasan rumah warga, dengan total belasan Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung di kedua wilayah tersebut.
“Sejumlah peristiwa bencana dari dampak cuaca ekstrem terjadi di beberapa wilayah, antara lain angin kencang di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi, Jumat (29/5/2026).
Di Kota Medan, bencana puting beliung menghantam pemukiman warga di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, pada Kamis (28/5). Data sementara mencatat sebanyak 5 KK atau 19 jiwa terdampak, dengan 5 unit rumah mengalami kerusakan. Saat ini, penanganan bencana di Ibu Kota Sumatra Utara tersebut berada dalam masa transisi darurat menuju pemulihan berdasarkan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 188.44/27.K.
“Proses pendataan masih terus dilakukan mengingat cuaca yang masih diguyur hujan dan adanya pemadaman listrik di lokasi terdampak,” jelas pihak BPBD Kota Medan mengenai situasi mutakhir di lapangan.
Sementara itu, sehari sebelumnya pada Rabu sore (27/5) sekitar pukul 16.30 WIB, fenomena angin kencang akibat cuaca ekstrem lebih dulu melanda Dusun II, Desa Sibarau, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai. Bencana tersebut berdampak pada 6 KK dan menyebabkan 6 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dari kedua wilayah terdampak di Sumut ini.
“BPBD bersama aparat kecamatan dan desa tengah mendistribusikan bantuan awal serta melakukan asesmen lebih lanjut terkait kebutuhan perbaikan rumah-rumah yang rusak,” ungkap perwakilan BPBD Kabupaten Serdang Bedagai terkait penanganan di Desa Sibarau.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD di masing-masing wilayah terus melakukan monitoring berkala dan berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau pergerakan cuaca. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem susulan masih membayangi wilayah Sumatra Utara.
“BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak angin kencang dan puting beliung agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang terjadi. Warga juga diimbau untuk menghindari berteduh maupun beraktivitas di dekat pohon, baliho, dan bangunan yang berpotensi roboh,” tutup Abdul Muhari. [via]