Pemira BEM USU, Koalisi Sinergi Perubahan Cium Bau Amis Intervensi ‘Putra Mahkota’
Sengketa ini semakin memanas setelah Tim Koalisi Sinergi Perubahan mengeklaim bahwa peringatan mereka agar pihak direktorat tidak ikut campur dalam proses teknis pemungutan suara tidak diindahkan.
ANAKMEDANBUNG.com, MEDAN – Tim Kemenangan Koalisi Sinergi Perubahan menyatakan sikap tegas atas dugaan rekayasa hasil Pemilihan Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU). Mereka menilai pelaksanaan e-voting yang tidak transparan telah merugikan hak demokrasi seluruh mahasiswa di lingkungan kampus tersebut.
“Kami melihat adanya dugaan kuat pelanggaran pelaksanaan Pemira yang berdampak langsung pada kerugian mahasiswa. Ini bukan hanya kecurangan biasa, tetapi kecurangan yang terstruktur yang melibatkan Panpel dan Ditmawalumni untuk memenangkan sang putra mahkota,” ujar Ketua Koalisi Sinergi Perubahan, Muhammad Rizky Piliang, dalam keterangan persnya diterima redaksi, Selasa (21/4/2026).
Rizky mengatakan sistem pemilihan elektronik yang digunakan dianggap tertutup karena informasi hasil perolehan tidak dapat diakses secara langsung oleh publik.
Dikatakannya, kondisi ini memicu kecurigaan adanya intervensi dari oknum pegawai Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian (Ditmawalumni) USU terhadap keputusan panitia pelaksana.
“Pemira adalah pesta demokrasi mahasiswa di kampus yang bertujuan memilih pemimpin organisasi secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemira merupakan wujud kedaulatan mahasiswa untuk memilih Ketua dan Wakil BEM sebagai wadah kepemimpinan,” ungkap Rizky.
Sengketa ini semakin memanas setelah Tim Koalisi Sinergi Perubahan mengeklaim bahwa peringatan mereka agar pihak direktorat tidak ikut campur dalam proses teknis pemungutan suara tidak diindahkan.
Lebih lanjut Rizky menegaskan keterlibatan pihak birokrasi kampus dalam urusan internal mahasiswa dinilai telah mencederai marwah demokrasi kampus.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Proses Pemira harus segera dikembalikan sepenuhnya kepada mahasiswa,” tegas Muhammad Rizky Piliang.
Atas dasar rentetan kejadian tersebut, Koalisi Sinergi Perubahan melayangkan tiga tuntutan utama: mendesak Rektor USU untuk melakukan investigasi menyeluruh yang transparan, menindak tegas oknum yang terlibat, serta menggelar Pemira ulang yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa tanpa intervensi pihak luar. [rls]