OPINI: WOOY BUNG! AUMAN MU CUMA NYANYIAN KODOK!
ANAKMEDANBUNG.com | MEDAN – Selamat datang kehidupan baru, katanya. Ah, itu cuma cakap-cakap manis di bibir saja, Bung!
Tapi awak tanya dulu sama kelen, kehidupan baru yang macam mana? Sampai detik ini, tak ada satu pun pakar atau dukun politik yang bisa memprediksi kalau 2026 bakal lebih paten dari 2025.
Jangankan mau sejahtera, janji 15 juta lapangan kerja itu pun entah ke mana rimbanya—menguap macam bensin disambar api! Tak ada jaminan hukum bakal tegak sejajar, yang ada malah makin miring ke arah yang punya uang.
Pintu 2026 tinggal hitungan jam, Bung! Tapi tengoklah saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bukannya pesta pora, mereka masih sibuk menyeka air mata duka di tanah sendiri. Sedih kali pun nengoknya. Penjajah memang sudah lama angkat kaki ke belakang, tapi di depan mata kita sekarang, para penghianat justru sedang asyik duduk di singgasana megah.
Ekonomi Meroket? Lips Service Aja Itu!
Jangan mau kelen dikasi makan janji manis. Katanya ekonomi meroket, tapi faktanya itu cuma lips service belaka! Rakyat terus-terusan disuruh bersabar. Sabar, sabar, sabar, dan terus sabar sampai jasad ditanam ke liang lahat pun mungkin masih disuruh sabar!
Hukum kita? Ah, masih lagu lama yang makin sumbang. Tetap tajam ke bawah, siap menikam siapa saja yang berani melawan kekuasaan serakah. Sementara itu, auman kaum papah cuma dianggap angin lalu. Indonesia hari ini serasa milik satu kelompok saja, yang lagi sibuk menyulap negeri ini jadi dinasti keluarga!
Parahnya lagi, kebodohan seolah terus dipelihara oleh tahta yang ijazahnya pun tak jelas rimbanya. Awak heran nengoknya, baret di kepala dan bintang di pundak itu gunanya untuk apa? Percuma kalau tak bisa melindungi rakyat jelata yang lagi megap-megap cari makan!
Politik Diperkosa Demi Ambisi 2029
Sekarang semua lagi “kejar tayang” buat kekuasaan 2029. Siapa yang berani tegakkan kebenaran, langsung ditindak, langsung disikat! Betul kata orang, kejamnya penjajah dulu masih kalah jauh sama kejamnya penghianat bangsa sendiri.
Tengoklah itu, hutan dirampas sampai rakyat sengsara, bumi dikorek habis-habisan cuma demi tambang kesombongan mereka. Politik pun diperkosa demi ambisi jabatan, hanya untuk mencetak raja-raja rakus baru di kampung-kampung.
Wooy… Kau yang di sana, yang lagi duduk enak di singgasana! Dengar ini: Auman mu itu cuma sekencang nyanyian kodok di musim hujan. Nyaring tapi tak ada isinya!
Yang benar dipenjara, yang salah terkekeh-kekeh. Yang bodoh, bodohi yang pintar, yang pintar tersandera munafik.
Ya… pada akhirnya rakyat cuma bisa menanti kematian di bawah bayang-bayang kezaliman.
Apa sebenarnya yang kau cari, hai penguasa? Berapa angka tahun lagi harus berganti supaya kau insyaf dan sadar kalau rakyat sudah muak?
HORAS!
OPINI diangkat dari PUISI Bapak Hasibuan berjudul: 2026 MENGETUK PINTU: RAKYAT MASIH DISURUH TELAN SABAR, PENGUASA SIBUK RAKIT DINASTI! RAKIT DINASTI!