2026 MENGETUK PINTU: RAKYAT MASIH DISURUH TELAN SABAR, PENGUASA SIBUK RAKIT DINASTI!
PUISI: Bapak Hasibuan
PUISI: Bapak Hasibuan.
Selamat datang kehidupan baru, kehidupan yang tak ada bisa memprediksi lebih baik dari 2025.
Tak ada jaminan rakyat bisa sejahtera, tak ada jaminan 15 juta lapangan kerja, tak ada jaminan hukum tegak sejajar.
Pintu 2026 tinggal hitungan jam, rakyat Aceh, Sumut, Sumbar, masih menyeka air mata duka di tanah sendiri.
Penjajah jauh di belakang, tapi di depan penghianat masih duduk di singgasana.
Ekonomi meroket hanya lips service, rakyat terus disuruh bersabar, sabar, sabar dan sabar hingga jasad di tanam.
Hukum tetap tajam ke bawah, menikam siapa saja yang melawan kekuasaan serakah, mengaum kaum papah.
Indonesia serasa milik satu kelompok, untuk disulap menjadi dinasti.
Kebdoboah terus dipelihara oleh tahta tak berijazah.
Baret di kepala, bintang di pundak, percuma tak bisa melindungi rakyat jelatah.
Kejar tayang kekuasaan 2029, tindak terus penantang kebenaran.
Kenjam-nya penjajah lebih kejam penghianat.
Rambas hutan sengsarakan rakyat, korek bumi demi tambang kesombongan.
Politik terus diperkosa demi ambisi jabatan untuk mencetak sang raja rakus di kampung kampung.
Wooyy… Kau yang di sana di singgasana, auman mu cuma sekencang nyanyian kodok di musim hujan…
Ya… Rakyat cuma menanti kematian di bawah kezaliman.
Apa yang kau cari hai penguasa….
Berapa angka tahun lagi berganti engkau insyaf….
31 Desember 2025.