Lantang Bersuara Kebenaran & Fakta

Kacaunya Pemilu 2024 Ibarat Pertandingan Bola Tanpa Wasit

ANAKMEDANBUNG.com



Medan
Hiruk pikuk kegaduhan dan pelanggaran pilpres yang menyimpang kian terang-terangan terjadi hingga kemarin Rabu (31/1/2024).

Sempritan hakim garis dan wasit yang diharapkan berbunyi nyaring sambil memberikan kartu merah atau kuning kepada para capres dan cawapres yang bermain tidak sportif atau melakukan pelanggaran dan kecurangan dalam pertandingan tidak pernah terjadi.

Pertandingan akbar yang memperebutkan masa depan bangsa ini sepertinya tanpa ada pengawasan wasit dan hakim garis.

Bahkan wasit dan hakim garis seakan takut kepada para pemain yang sedang sibuk melakukan strategi untuk mengambil hati para penonton.

Wasit dan hakim garis hanya mondar mandir-mandir melihat pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan para pemain tanpa berani mengambil keputusan.

Akibatnya pertandingan menjadi kacau. Tak ada lagi sportivitas para pemain. Yang terlihat hanyalah pelanggaran dan kecurangan. Tidak hanya dilakukan para pemain, para pendukung salah satu kelompok pemain malah ikut menambah kekacauan pertandingan.

Pria yang memiliki tubuh besar dan berotot itu berdiri di tengah -tengah lapangan sambil menyerang membabi buta menghalau pemain yang menjadi lawan idolanya dalam memperebutkan simpati penonton.

Ribuan bahkan ratusan juta penonton bersorak menyoraki pria yang berdiri di tengah lapangan itu.
Namun pria tersebut merasa tidak bersalah dan apa yang dilakukannya adalah benar sebagai bentuk rasa cinta dan sayangnya kepada salah satu kelompok yang ikut bertanding.

Tragisnya wasit dan hakim garis hanya melihat kejadian itu tanpa berani bertindak.

Kekacauan pertandingan yang digelar 5 tahun sekali ini sebenarnya sudah terlihat sejak pendaftaran para pemain. Di mana salah seorang pemain seharusnya tidak bisa mengikuti pertandingan itu dikarenakan belum cukup usia.

Namun dikarenakan faktor ‘kuat’ pria itu dikhususkan ikut oleh para wasit dan juri.(cuy@/anakmedan)