Bahlil Bohong Tentang 500 KK Warga Rempang Dirlokasi
Warga Menolak Relokasi
Batam
Ada 300 KK dari kelurahan Sembulang dari 932 KK yang tercatat ikut mendaftar relokasi.
Namun Sebanyak 67 kepala keluarga (KK) adalah jumlah yang benar-benar direlokasi dari kawasan Sembulang di Pulau Rempang.
Dari jumlah tersebut, 60 KK terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan keluarganya, sementara hanya 7 KK merupakan penduduk asli non-ASN
Pendapat warga yang pindah ini berkisar pada pemahaman bahwa relokasi PNS adalah hal yang wajar, mengingat kewajiban untuk tunduk pada atasan.
Namun, bagi penduduk asli non-ASN yang hanya berjumlah sekitar 7 KK, keputusan untuk pindah tidak diambil dengan mudah
Mustar Yatim mengungkapkan bahwa mayoritas penduduk Rempang masih bersikeras menolak relokasi.”Jadi yang dibilang Bahlil itu bohong katanya ada 500 KK,”tegasnya sudah chek kelapangan.
Mereka berjuang keras agar tetap dapat tinggal di tanah yang telah menjadi tempat tinggal mereka selama ini, dan mereka tidak akan berubah dalam sikap mereka.
Lebih mengejutkan lagi, warga Rempang saat ini justru aktif dalam membersihkan dan merawat lingkungan tempat tinggal mereka.
Mereka semakin rajin dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga tanah yang telah menjadi bagian dari sejarah mereka.
Polemik di Pulau Rempang masih berlanjut, terutama dengan mayoritas penduduk asli Melayu Tempatan yang bersikeras mempertahankan tanah yang telah menjadi milik keluarga mereka sejak tahun 1834.
Ini adalah bukti dari keteguhan mereka dalam melindungi sejarah dan identitas mereka di tengah perubahan yang sedang terjadi.(anakmedan/porosjkt)