Trump Terkepung! Benteng Republik Runtuh Setelah Jutaan Warga Texas dan Florida Ikut Demo ‘No Kings’
Gelombang protes besar-besaran bertajuk demonstrasi 'No Kings' kembali mengguncang Amerika Serikat tuntut Donald Trump mundur.
ANAKMEDANBUNG.com, WASHINGTON D.C. – Gelombang protes besar-besaran bertajuk demonstrasi ‘No Kings’ kembali mengguncang Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). Penyelenggara mengklaim sedikitnya 8 juta orang berpartisipasi dalam aksi yang tersebar di seluruh penjuru negeri sebagai bentuk frustrasi terhadap kebijakan dan kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Lonjakan Massa dan Sebaran Aksi
Pihak penyelenggara menyatakan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan aksi serupa sebelumnya. Berdasarkan data yang dihimpun:
Jumlah Peserta: ± 8 juta orang (meningkat 1 juta dibanding Oktober 2025).
Jumlah Titik Aksi: 3.300 acara di 50 negara bagian (bertambah 600 titik).
Lokasi: Membentang dari New York hingga Alaska.
“Setidaknya 8 juta orang berkumpul hari ini di lebih dari 3.300 acara di seluruh 50 negara bagian,” lapor pihak penyelenggara sebagaimana dikutip dari AFP. Hingga saat ini, Pemerintah AS belum mengeluarkan angka resmi mengenai jumlah total peserta.
Guncangan di Basis Republik
Salah satu fenomena menarik dalam aksi kali ini adalah masifnya gerakan di wilayah yang secara tradisional merupakan basis pendukung Partai Republik (Red States). Hampir setengah dari total protes berlangsung di wilayah ini, di antaranya:
Texas, Florida, & Ohio: Masing-masing mencatat lebih dari 100 titik aksi.
Idaho, Wyoming, & Utah: Mencatat puluhan demonstrasi di berbagai wilayah.
Di Dallas, Texas, ribuan orang memadati Balai Kota untuk mengkritik kebijakan pemerintah. Sementara di Georgia, massa memenuhi jalur menuju Jekyll Island dengan atribut bendera Amerika dan poster protes.
Situasi di Kota-Kota Besar
Aksi berlangsung dengan berbagai dinamika di kota-kota utama:
1. Florida: Di West Palm Beach, sempat terjadi adu argumen antara demonstran dan pendukung Trump, namun situasi tetap terkendali. Wakil Wali Kota Boynton Beach, Thomas Turkin, menyebut aksi berlangsung antusias dan damai.
2. Pantai Barat: Los Angeles diramaikan dengan balon raksasa figur Trump, sementara massa di San Francisco berkumpul di Embarcadero Plaza.
3. New York: Ribuan orang melakukan *long march* dari Midtown Manhattan dengan isu utama menolak kebijakan imigrasi dan kritik terhadap keterlibatan perang.
Dukungan Tokoh Politik dan Serikat Pekerja
Aksi ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh politik nasional dan aktivis. Di Minnesota, Gubernur Tim Walz dan Senator Bernie Sanders turun langsung menyampaikan kritik terkait isu politik nasional.
Dari sektor pekerja, Sekretaris Bendahara American Federation of Teachers, Fedrick Ingram, menekankan pentingnya persatuan publik di tengah situasi politik yang memanas.
“Amerika pernah melalui masa sulit sebelumnya. Kita pernah punya kebijakan buruk dan politisi yang buruk, tetapi kita selalu bisa bangkit dengan tetap bersatu,” tegas Ingram kepada CNN. [amb]