BNN Gunungsitoli Gencarkan Tes Urine Penumpang dan Awak Kapal, Satu Positif Amfetamin
“Kita tidak hanya fokus pada penumpang, tapi juga sopir. Tujuan utamanya adalah menjaga keselamatan transportasi".
ANAKMEDANBUNG.com | GUNUNGSITOLI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gunungsitoli tes urine penumpang dan awak kapal di Pelabuhan Gunungsitoli untuk deteksi dini konsumsi narkoba, sekaligus memastikan keamanan masyarakat dan mencegah penyebaran zat terlarang melalui jalur transportasi laut, terutama di tengah lonjakan aktivitas perjalanan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Kita terus gelar deteksi dini terhadap penumpang kapal. Meskipun penumpangnya mencapai ribuan orang, kita tetap lakukan seleksi secara cermat untuk tidak melewatkan apapun,” ujar Kepala BNN Kota Gunungsitoli AKBP Arifeli Zega, dikutip dalam keterangan resminya, Jumat (26/12/2025).
Menurutnya, momen Nataru terjadi peningkatan jumlah penumpang yang bergerak antar daerah, termasuk melalui pelabuhan. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan lembaga penegak hukum terhadap potensi penyebaran narkoba yang dapat merusak suasana perayaan dan membahayakan banyak orang.
Selain penumpang, tim BNN juga menargetkan 40 orang yang terdiri dari Anak Buah Kapal (ABK) dan sopir, profesi yang memiliki peran penting dalam keamanan perjalanan.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan 1 orang terdeteksi positif mengonsumsi amfetamin, saat ini sedang menjalani proses intervensi, dengan penentuan apakah akan direhabilitasi atau diproses hukum masih dalam tahap evaluasi tim,” ujarnya.
Kegiatan tes urine ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Pada minggu sebelumnya, BNN Kota Gunungsitoli juga telah melaksanakan pemeriksaan serupa kepada sopir di Posko bekerja sama erat dengan TNI dan Polri. Semua upaya ini mendekatkan BNN dengan masyarakat dan mencakup berbagai sektor transportasi, terutama di masa-masa kritis seperti menjelang Nataru.
“Kita tidak hanya fokus pada penumpang, tapi juga sopir. Tujuan utamanya adalah menjaga keselamatan transportasi baik darat maupun laut, karena konsumsi narkoba bisa menyebabkan bahaya yang fatal bagi banyak orang apalagi di saat banyak orang yang sedang berperjalanan pulang untuk bertemu keluarga,” jelas Kepala BNN.
Di akhir keterangan, Arifeli Zega mengajak seluruh warga Gunungsitoli untuk bergandengan tangan melawan narkoba agar perayaan Nataru bisa berjalan dengan aman dan penuh kebahagiaan.
“Narkoba adalah musuh bersama kita semua. Mari kita bentuk kekuatan bersama untuk mengurangi bahkan menghilangkan ancaman zat terlarang ini dari kehidupan kita, sehingga kita bisa merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang,” katanya. [tan]