Lantang Bersuara Kebenaran & Fakta

Lapas Kelas IIA Binjai Tempat Daur Ulang dari Tidak Berguna Menjadi Bermanfaat

ANAKMEDANBUNG.com

Binjai
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai, menjadi tempat pengolahan manusia yang tidak berguna menjadi bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat setelah warga binaan keluar dari Lapas IIA Binjai.

Hal ini dikatakan Kalapas Kelas IIA Binjai, Theo Adrianus Purba A.Md, I.P, SH, M.H saat ditemui anakmedanbung.com bersama pewarta di Lapas Kelas IIA Binjai, Jalan Gatot Subroto, Limau Mungkur, Kecamatan Binjai, Kota Binjai, Selasa (29/9/2023).

“Seumpama sampah, ini lah TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Dari sini lah kita mengolah sampah-sampah yang tadinya tidak berguna menjadi bermanfaat setelah mereka dilakukan pengolahan di sini. Setelah keluar dari sini, mereka diharapkan bermanfaat bagi masyarakat nanti” ucap Theo Adrianus Purba yang telah mensulap Lembaga Kelas IIA Binjai menjadi tempat yang menyenangkan baik bagi pengunjung maupun warga binaan itu sendiri.

Walau over kapasitas, Lapas Kelas II A Binjai yang harusnya maksimal dihuni sebanyak 700 warga binaan, harus ditempati 1500 orang warga binaan. Mantan Karutan Tanjung Gusta Medan ini berhasil menjadikan Lapas Kelas IIA Binjai menjadi tempat yang menyenangkan.

Ribuan warga binaan di sana setiap saat disibukin dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Seperti menjadi tukang kayu yang merubah kayu menjadi berbagai perabotan seperti kursi, meja sampai tempat tisu. Bengkel las juga disediakan untuk melatih warga binaan cara mengelas membuat berbagai macam seperti tempat aquarium yang terbuat dari besi dan lain sebagainya.

Mulai dari alat musik band, sampai radio yang dibuat khusus untuk didengarkan oleh seluruh warga bina. Melalui radio Lapas Kelas IIA Binjai tersebut seluruh warga binaan dapat bersilaturahmi dan kirim kirim lagu untuk mereka yang berada di dalam lapas.

Hal ini dibuat untuk menjadikan ribuan warga binaan Lapas Kelas IIA Binjai menjadi berguna setelah berbaur kembali dengan masyarakat setelah keluar dari Lapas tersebut.

“Kita saja, kalau selama dua hari di dalam kamar dan tidak keluar-keluar dari rumah, bisa stres. Apa lagi warga binaan yang berbulan – bulan bahkan bertahun di dalam sini. Itu makanya kita lakukan kebersamaan. Dengan kebersamaan kita dapat melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi mereka setelah keluar dari sini” ucap Theo yang selalu menyelipkan kata kata motivasi kepada lawan bicaranya.

Kebersamaan dan bersyukur itu lah kuncinya. Jika kita selalu bersama pegawai di Lapas Kelas IIA Binjai ini, artinya saya setiap hari bekerja bersama dengan mereka di sini.”

Dalam bertugas atau bekerja, Theo menerapkan kepada anggota harus memiliki komitmen, terintegritas, disiplin, beretika dan bertanggung jawab. Hal ini modal dasar aparatur untuk bekerja. “Tanpa ada moralitas tidak dapat terjaga dengan baik,” imbuhnya. (anakmedan)