5 Wartawan Dikeroyok Belasan Preman Bayaran
ANAKMEDANBUNG.com
Surabaya
Lima wartawan menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh belasan preman bayaran di Surabaya, Jawa Timur.
Aksi kekerasan kembali dialami para wartawan.
Peristiwa itu terjadi ketika mereka sedang meliput penyegelan di Diskotek Ibiza, Jalan Simpang Dukuh, Surabaya, Jumat (20/1/2022).
Kelima korban antara lain Didik fotografer Antara, Firman dari iNews, Rofiq dari Lensa Indonesia, Ali fotografer iNews, dan Anggadia dari Berita Jatim.
Firman menceritakan kronologi peristiwa tersebut bermula ketika mereka sedang menunggu penyegelan oleh pihak Satpol PP Pemprov Jatim di warung sekitar lokasi.
Tiba-tiba datang seorang perempuan dengan nada tinggi meminta mereka naik ke lantai 5 gedung diskotek.
“Datang seorang perempuan marah-marah dan meminta kami untuk naik ke lantai lima gedung diskotek menemui seseorang bernama Wahyu,” terangnya, Sabtu (21/1/2023), seperti dikutip dari kumparan.
Karena tidak mengenal perempuan tersebut, mereka pun menolak dan memutuskan untuk tetap menunggu di luar.
Firman juga mengaku tidak mengetahui alasan perempuan tersebut meminta mereka naik ke lantai 5.
Di sisi lain, korban Rofiq menjelaskan bahwa keberadaan mereka di lokasi adalah untuk mewawancarai pihak Satpol PP terkait penyegelan diskotek.
Namun ketika sedang menunggu di lobi gedung, beberapa orang menghampiri mereka.
Rofiq pun memutuskan untuk pergi ke sebuah warung karena tak mau meladeni massa.
Saat itu, wanita yang menyuruh mereka naik ke lantai lima kembali menemuinya sambil marah-marah.
Kemudian, sekitar lebih dari 10 orang dari lobi tadi datang dan terjadilah argumentasi.
“Ada yang mengaku suaminya perempuan itu, lalu, belasan pria berbaju preman itu pun memukul saya,” kata dia.
Rofiq mengaku mendapatkan pukulan di bagian kepala sebelah telinga, rahang, bahu, siku, hingga rusuk berkali-kali.
Tak hanya itu, ia bahkan sempat dipukul menggunakan kursi.
Saat pengeroyokan itu terjadi, Didik sempat mendokumentasikannya namun ia malah ikut dipukul menggunakan helm.
Sementara itu, Angga, Firman, dan Ali berupaya membantu melerai namun mereka justru turut menjadi korban pemukulan.
Belasan orang itu lantas meminta kelima wartawan tersebut untuk pergi dari lokasi serta menahan dua motor milik wartawan.
Setelah itu, Anggadia langsung melaporkan aksi pengeroyokan itu ke SPKT Polrestabes Surabaya.
Menurut Angga, korban yang mengalami luka cukup parah ialah Rofiq dan Didik, sementara dirinya aman hanya badannya sakit semua.
Angga mengatakan dua sepeda motor yang sempat ditahan kini sudah kembali berkat bantuan dari kepolisian.
Dia pun berharap polisi bisa mengusut kasus tersebut sampai tuntas.
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengkonfirmasi kebenaran adanya laporan tersebut.
Mirzal menuturkan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.(anakmedan)
Surabaya
Lima wartawan menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh belasan preman bayaran di Surabaya, Jawa Timur.
Aksi kekerasan kembali dialami para wartawan.
Peristiwa itu terjadi ketika mereka sedang meliput penyegelan di Diskotek Ibiza, Jalan Simpang Dukuh, Surabaya, Jumat (20/1/2022).
Kelima korban antara lain Didik fotografer Antara, Firman dari iNews, Rofiq dari Lensa Indonesia, Ali fotografer iNews, dan Anggadia dari Berita Jatim.
Firman menceritakan kronologi peristiwa tersebut bermula ketika mereka sedang menunggu penyegelan oleh pihak Satpol PP Pemprov Jatim di warung sekitar lokasi.
Tiba-tiba datang seorang perempuan dengan nada tinggi meminta mereka naik ke lantai 5 gedung diskotek.
“Datang seorang perempuan marah-marah dan meminta kami untuk naik ke lantai lima gedung diskotek menemui seseorang bernama Wahyu,” terangnya, Sabtu (21/1/2023), seperti dikutip dari kumparan.
Karena tidak mengenal perempuan tersebut, mereka pun menolak dan memutuskan untuk tetap menunggu di luar.
Firman juga mengaku tidak mengetahui alasan perempuan tersebut meminta mereka naik ke lantai 5.
Di sisi lain, korban Rofiq menjelaskan bahwa keberadaan mereka di lokasi adalah untuk mewawancarai pihak Satpol PP terkait penyegelan diskotek.
Namun ketika sedang menunggu di lobi gedung, beberapa orang menghampiri mereka.
Rofiq pun memutuskan untuk pergi ke sebuah warung karena tak mau meladeni massa.
Saat itu, wanita yang menyuruh mereka naik ke lantai lima kembali menemuinya sambil marah-marah.
Kemudian, sekitar lebih dari 10 orang dari lobi tadi datang dan terjadilah argumentasi.
“Ada yang mengaku suaminya perempuan itu, lalu, belasan pria berbaju preman itu pun memukul saya,” kata dia.
Rofiq mengaku mendapatkan pukulan di bagian kepala sebelah telinga, rahang, bahu, siku, hingga rusuk berkali-kali.
Tak hanya itu, ia bahkan sempat dipukul menggunakan kursi.
Saat pengeroyokan itu terjadi, Didik sempat mendokumentasikannya namun ia malah ikut dipukul menggunakan helm.
Sementara itu, Angga, Firman, dan Ali berupaya membantu melerai namun mereka justru turut menjadi korban pemukulan.
Belasan orang itu lantas meminta kelima wartawan tersebut untuk pergi dari lokasi serta menahan dua motor milik wartawan.
Setelah itu, Anggadia langsung melaporkan aksi pengeroyokan itu ke SPKT Polrestabes Surabaya.
Menurut Angga, korban yang mengalami luka cukup parah ialah Rofiq dan Didik, sementara dirinya aman hanya badannya sakit semua.
Angga mengatakan dua sepeda motor yang sempat ditahan kini sudah kembali berkat bantuan dari kepolisian.
Dia pun berharap polisi bisa mengusut kasus tersebut sampai tuntas.
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengkonfirmasi kebenaran adanya laporan tersebut.
Mirzal menuturkan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.(anakmedan)