Lantang Bersuara Kebenaran & Fakta

Kinerja PJS Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Diduga Tidak Profesional

ANAKMEDANBUNG.com

Medan
POLRI dituntut profesional dalam menjalankan kinerjanya. Sebab keamanan dan kenyamanan masyarakat berada di pundak POLRI. POLRI yang menjadi sorotan masyarakat sejak hebohnya kasus yang menjerat Irjen Pol Fredy Sambo bersama puluhan anggota Polri yang tidak profesional dalam menangani kasus kematian Brigadir Y yang menuai banyak kritikan masyarakat.

Teranyer, seorang perwira Polsek Percut Sei Tuan, Iptu Ahmad Akbar yang kini menjabat sebagai PJS Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, malah menunjukkan ketidak profesionalannya saat menjalankan tugasnya sebagai Kanit Reskrim.


Ketidak profesionalan Iptu Ahmad Akbar
ditunjukkan saat awak media melakukan kompirmasi melalui pesan ke no whatsappnya terkait kasus pencurian di Yayasan Pondok Pesantren Tahfizh Al-Habibi di Jalan Jati Pasar II, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, yang terjadi Sabtu (6/8/2022) sekira pukul 02;30 wib.

Awak media mempertanyakan apakah pelaku pencurian di Pondok pesantren tersebut sudah terungkap dengan menangkap pelakunya.

Namun Kompirmasi yang dilayangkan dibalas dengan kiriman gambar funny sticker bergambar seorang pelawak bertulisan ‘ya ampuun’.

Ketidak seriusan dan terkesan main-main menunjukkan ketidak profesionalnya PJS Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan tersebut.

Tidak hanya itu, setelah menjawab Kompirmasi dengan sticker bergambar pelawak, Iptu Ahmad Akbar kemudian memblokir whatsapp awak media tersebut.

Keterbukaan yang telah dilakukan POLRI selama ini, ternyata tidak dimiliki oleh Iptu Ahmad Akbar dengan cara melakukan pemblokiran whatsapp wartawan. (Surya)