🖤 PRAY FOR MEDAN & SUMUT: SETELAH BADAI AKAN ADA PELANGI
ANAKMEDANBUNG.com | Kepada Saudaraku dan Sahabatku di Medan dan seluruh Sumatera Utara…
Masih terngiang, dulu… Kalian begitu kerap menanyakan saat musim penghujan tiba di wilayah kami—khususnya bagi yang tinggal di daerah rawan—kerap kali kalian bertanya dengan nada khawatir dan perhatian: “Apakah kalian banjir? Semoga aman ya di sana….”
Jujur saja, pertanyaan itu dulu terasa seperti sebuah ‘sapaan musiman’ yang mungkin tidak terlalu kami rasakan dampaknya. Namun, hari ini, kata-kata itu menjadi sangat nyata dan menyakitkan.
Kini, Kota Medan dan sebagian wilayah Sumatera Utara luluh lantah, sedang benar-benar dilanda musibah besar. Banjir bandang menyapu bersih, longsor menelan, dan air bah menggenangi permukiman.
Aku merasakan, dalam kepungan air dan lumpur, satu-satunya harapkan kalian semua dalam keadaan selamat dan sehat. Harta benda mungkin hilang, tetapi nyawa dan semangat tidak boleh padam.
Kalian sedang berjuang di tengah duka dan kehilangan yang mendalam atas kepergian anggota keluarga.
Tapi ingatlah, jangan pernah merasa sendiri, kalian harus bahu membahu menolong sesama dan utamakan keselamatan jiwa daripada harta benda. Berjuanglah dalam bencana ini tak sampai kalian kehilangan sanak saudara dan cepat antisipatif, prioritaskan langkah preventif untuk mengurangi dampak banjir serta berupaya keras untuk mencapai ‘zero victim’ (nol korban jiwa).
Meskipun raga kami mungkin terpisah jarak, hati kami bersatu dalam doa dan harapan. Kami tahu ini masa-masa terberat. Mohon bertahan.
Ujian di Tengah Badai
Saat ini, Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, sedang menghadapi salah satu ujian terberatnya. Apa yang kita saksikan bukan lagi genangan air biasa, melainkan bencana besar yang membawa duka, kehilangan, dan kerusakan masif.
Air bah datang tanpa ampun, menyapu desa, merusak rumah, dan memutus akses di banyak kabupaten/kota. Jeritan minta tolong, wajah-wajah pilu para pengungsi, serta pencarian tanpa henti bagi mereka yang hilang, kini menjadi realitas pahit yang harus dihadapi oleh saudara-saudara kita.
Banjir di Medan dan Sumut kali ini bukan sekadar berita, tetapi kisah nyata pilu nyawa melayang dan kehilangan sanak saudara. Setiap detik adalah harapan bagi keluarga yang menanti.
Rumah-rumah hanyut, jembatan ambruk, dan infrastruktur vital lumpuh. Pemulihan tak semudah membalikkan telapak tangan.
Infrastruktur yang dibangun hancur, rencana infrastruktur di korupsi hingga mereka – pejabat – yang digaji rakyat untuk membangun malah tertangkap tangan alias OTT akibat keserakahan menumpuk harta.
Ribuan warga mengungsi, menghadapi keterbatasan makanan, air bersih, dan selimut, terutama di daerah yang terisolasi, saatnya kibarkan bendera “PRAY FOR MEDAN & SUMUT“.
Aksi nyata dan solidaritas adalah harapan dan kekuatan terbesar bagi saudara kita yang tengah berjuang dalam lumpur.
Kami terus mendoakan yang terbaik untuk kalian. Semoga badai ini segera berlalu dan kita bisa kembali bangkit membangun kembali setiap puing-puing harapan yang tersisa.
Kawan… Tetaplah kuat!Â
“Percayalah, setelah Badai akan Ada Pelangi.”
Dari Pulau Jawa,
Kamis 27 Nopember 2025