Lantang Bersuara Kebenaran & Fakta

Warga Minta Camat Medan Amplas Untuk Mempertanyakan Izin Kos-kosan AAG

ANAKMEDANBUNG.com



Medan
Warga yang berada di Lingkungan VII, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, meminta pihak Kecamatan Medan Amplas, mempertanyakan izin kos-kosan AAG/Home Stay VIP.

Sebab, kos-kosan yang berada di Jalan Sisingamangaraja KM 6,5 Kampung Bantan, Lingkungan VII, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan tersebut diduga sebagai sarang narkoba dan prostitusi.

Permintaan ini disampaikan seorang warga bernama Rani saat dilakukan mediasi di Kantor Lurah Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas di Jalan Garu 3, Kecamatan Medan Amplas, Senin (29/1/2024).

Mediasi dilakukan oleh pihak Kelurahan Harjosari I terkait dikoyaknya ban mobil milik Rani yang suaminya oknum wartawan, Dedi Lubis saat parkir di depan pagar luar kos AAG tersebut.

“Saya mewakili warga sekitar meminta kepada pihak Kecamatan Medan Amplas dan Pemko Medan, untuk segera mempertanyakan izin kos-kosan tersebut yang sudah sangat meresahkan dan diduga sebagai sarang narkoba dan prostitusi,” kata Rani.

Sebab menurut Rani yang asli warga sekitar dan masyarakat lainnya sudah mengetahui siapa saja penghuni kos-kosan tersebut dan bagaimana aktivitas di dalam kos-kosan AAG tersebut.

“Saat ban mobil saya dikoyak saat parkir di depan kos-kosan itu, muncul seorang wanita penghuni kos berpakaian tak senonoh yang mengaku kenal dengan suami saya. Ini jelas menunjukkan siapa penghuni kos-kosan tersebut yang pantas dibilang sebagai tempat prostitusi,” ungkap Rani.

Mirisnya lagi, lanjut Rani, hampir setiap malam dinihari ada warga yang melihat perempuan turun dari mobil dan masuk ke dalam kos tersebut.

“Ada warga yang melihat wanita turun dari mobil grab dan masuk ke dalam kos tersebut sekira pukul 03.00 WIB. Kebetulan warga tersebut hendak berangkat jualan ke Pasar Simpang Limun,” beber Rani.

Oleh karena itu, sambung Rani, ia dan warga sekitar meminta kepada pihak Kecamatan Medan Amplas dan Pemko Medan, untuk segera meninjau ulang izin dari bangunan kos-kosan tersebut. Apakah ada izinnya atau tidak.

“Saya dan warga sekitar meminta kepada pihak Kecamatan Medan Amplas dan Pemko Medan, untuk segera meninjau ulang izin dari bangunan kos-kosan tersebut. Apakah ada izinnya atau tidak.

Namun anehnya, saat proses mediasi sedang berlangsung, muncul seorang pria yang mengaku dari Brimob yang videonya sudah viral ke sejumlah grup media sosial whatsapp.

Mediasi pun menjadi ricuh karena diduga dipicu oleh ulah oknum Brimob tersebut. Kericuhan ini terjadi saat D yang tak lain suami dari Rani mempertanyakan apa maksud dan tujuan kedatangan pria itu dalam mediasi tersebut.

“Saat ditanya suami saya, pria itu mengaku oknum Brimob yang pada saat kejadian ban mobil saya dikoyak ada di lokasi kos tersebut. Namun dijawab suami saya bahwa oknum Brimob itu tidak ada pada saat kejadian,” ketus Rani.

Namun saat ditanya sejumlah wartawan yang meliput mediasi tersebut, pria yang awalnya mengaku Brimob itu mengelak dan menjawab bahwa ia keluarga dari pemilik kos-kosan AAG tersebut.

Sontak saja wartawan yang meliput mediasi tersebut jadi emosi akibat ulah dari oknum mengaku Brimob itu. Tak hanya di dalam ruangan mediasi, kericuhan pun terjadi hingga ke luar dari Kantor Lurah Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas antara pria ngaku Brimob dengan sejumlah wartawan.

“Kami minta kepada Bapak Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi untuk menangkap ulah pria yang mengaku oknum Brimob tersebut. Sebab, perbuatan dari oknum Brimob itu sudah sangat meresahkan masyarakat,” tandas Iwan dan Zak, wartawan yang meliput mediasi tersebut. (Tim/anakmedan)